Jumat, 25 Mei 2012

Rishab

agak nyeleweng dari tugas tapi ya bentar aja lah nyelewengnya lagi bosan

aku jalan-jalan, jalan dengan dua kaki, tangan ikut digoyangkan, mata tunduk kebawah seperti nyari duit peng hehehe. tiba asyik2 menendang botol ada remesan kerta warna ungu, aku sebenarnya tak peduli karena sepi dan memang tdk ada kerjaan jadi kau pungut dan kubuka, sepertinya sengaja diremes, kertasnya cantik sekali dan ada tulisan bertinta hitam yg rapi. tersusun seperti puisi, aku berhenti dan duduk dipinggir jalan seperti anak alay uupps..beginilah isinya

hai kamu yang sedang membaca surat ini

hai kamu yang sedang penasaran dengan surat ini

hai kamu yang aku takuti setelah baca surat ini

perkenalkan aku Rishab

aku bukan orang yang terkenal

aku bukan orang yang sangat kau kenal

aku bukan orang yang seharusnya kau kenal

tapi aku yang akan kau kenal setelah baca surat ini

terima kasih kau sudah membaca beberapa baris surat ini setidaknya kau tahu namaku


kalau andai aku berani bicara maka aku akan bicara

kalau aku berani nya tulis secara to the point maka ini akan jadi pesan

sayangnya aku tak berani keduanya aku hanya berani menulis dengan basa basi yg panjang dan membuat mu malas membaca.

tapi kumohon janganlah, 

aku tahu kau orang yg baik dan menghargai org lain tapi aku tidak tahu apa kau suka basa basi ini


aku kenal kau hanya setitik kau kenal dirimu sendiri

aku memang tak pantas menilai dirimu tapi apalah aku ini yang hanya ingin membuktikannya saja

bahwa aku kenal kau walau hanya setitik


wahai orang yg soleh

setiap hari kau membasuh wajahmu yg sejuk dengan wudhu yg suci

wahai orang yg berilmu

setiap hari kau mencari ilmu disetiap langkahmu

wahai orang yg ramah

setiap hari kau tersenyum pada setiap org

wahai orang yg santun

setiap hari kau berdiri dan membiarkan wanita duduk disebelahmu

wahai orang yg suci

setiap hari kau hanya berani merangkul teman laki2 tnpa menyentuh perempuan

wahai orang yg jujur

setiap hari kau diam saat yg lain bicara gosip

wahai orang yg baik hatinya

setiap hari tdk pernah lupa kebaikan itu dinafasmu


kenapa setiap hari?

karena aku menyaksikannya setiap hari

kenapa hanya pujian?

karena itu lah aku menyukaimu


maaf atas tulisan-tulisan ini

kalau tidak suka dengan isinya

kalau kau merasa surat ini menggoyangkan imanmu

kalau kau tidak mau ada masalah setelah baca surat ini

maka sekarang remeslah surat ini dan buang terserah dimana saja, tidak usah lanjut membaca selanjutnya


terima kasih kau masih mau membasa surat ini

mungkin kau tidak tahhu apa maksud tujuan surat ini

aku pun sangat tidak tahu kenapa aku buat ini


aku hanya ingin kau tahu aku menyukaimu 

aku mengagumi

aku mememperhatikanmu

aku ada didekatmu


tapi aku tidak mau kau tahu kalau aku yg buat surat ini

maka surat ini kupastikan tidak akan ada yg bertanggung jawab

karena aku adalah pengecut, maaf atas sifatku


simpanlah surat ini

walau kau tidak tahu siapa yang buat

yang kau tahu hanya Rishab

Rishab itu siapa? aku pun tidak tahu tapi aku ingin surat ini diberi nama Rishab

Risalah Habbah


kalau kita berjodoh atau  bertemu dengan keadaan yang membuatku berani

maka aku akan ceritakan pada kau bahwa aku yang menulis ini


mungkin masih ada sisa pertanyaan bila kau belum membuang surat ini

bagaimana aku tahu kau masih menyimpannya?

jawabannya ada diatas, kau pasti tahu kau orang yang pintar

lebih daripada aku yang setitik dari mu.


terima kasih kau yang benar-benar menghargaiku

terima kasih kau yang membuat ku tersenyum

terima kasih kau sudah mau memikirkanku walau hanya sesaat membaca surat ini

terima kasih kau sudah membiarkanku menulis hal yang tidak sopan ini

 

 dariku yang tersembunyi didekat kebaikanmu


HUUUWWOOOOOWW
kata-katanya membuatku ingin menangis krn terharu
so sweet
aku masih duduk dengan wajah bengong
lalu aku memeluk surat yg kotor ini, aku pinngggiiiinnnn.. sayang surat ini diremes dan dibuang berarti ini tdk baca semua, berati cow ini tdk tahu kalau saat dy baca ini surat itu cewek ada dkat dia. apa prasaan cewek itu saat liat surat yg indah ini dibuang begitu saja. semoga ia kuat.. atau jangan2 ini cewek msh ada disekitar sini krena ini surat masih keadaan bagus.
aku yg tadi sudah PW memberatkan hati untuk berdiri dan lirik sana sini yg kulihat cuma tukang cendol dgn org yg sdang minum cendol itu..tpi lumayan jauh sih disana,,aku saat bca srat ini jga ga ada siapa2..
ya sudah aku simpan saja surat ini dulu. moga itu cewek tidak nangis lama2,,aku jalan2 lagi ke tmpat jualan cendol, eh, tukang cendol nya mbak mbak cantik berjilbab, kulit nya hitam krn mtahari tapi klhtan dia sbnarnya cantik, aku duduk diseblah org yang sngat rakus minum cendol, walau dia ganteng tapi minumnya kok kyak org ga minum-minum gitu.. cendol ku langsung diantar sama mbak2 yg tadi..aku juga minum nya degna rakus tak klah rakusnya krna hri panas dn cpek bca sratnya.. tiba2 cow rkus dan ganteng idsebelah ku memulai obroaln dgn si mbak cantik cendol
"mbak kalau aku yang mulai nya gmn?" mereka sdh akrab ternyata
"ga papa, malah lebih bagus"
"nanti kalau gagal?"
"yg penting kan udah usaha "
"iya lah, aku sholat dulu ya nanti baru bayar"
"iya lah aku tunggu sini ya"

aku bingung memang dia sholat digaji
"mbak dia kok byarnya stelah sholat? mmg dia sholat digaji?" setelah itu cowok pegi aku menegur ini mbak
" nggak lah, dia memang suka kyk gitu, tapi pasti dibayar kok"
"mbak udah lama disini?"
"sudah lama sejak tadi kamu baru pulang sekolah"
"ngga sudah berapa hari jualan di daerah sini?"
"ohhh baru2 ini lah, 3 hari yg lalu"
"oohhhh"

aku minum lagi tiba2 aku tersadar kalau, eh aku malah keselek dan batuk2,,ya ampun
setelah tenang aku lari ke masjid tempat cowok tadi sholat, kebetulan dia ada diluar sedang pakai sepatu sepertinya telah selesai.

"permisi mas, tadi  mas lewat jalan yang didekat sekolah ga?"
"iya kenapa ada yang hilang ya?"
"aku gak nemuin apa-apa"
"bukan aku yg nemui sesuatu, ini" aku tunjukan surat cinta tadi
"kamu kok tahu itu untuk aku"
"jangan banyak tanyalah, baca sampai habis jgn setengah-setengah pamalik"
"aku tidak kenal sapa yang ngirim, tidak penting palingan ank2 seperti kau, remaja galau"
"BUKAN,,baca gak?" aku paksakan dia baca
"aku sudah punya pilihan walau aku blm kenal dgn orangnya, aku tdk mau ada yg mengganggu,,disini ada tulin ada maslah jika bca surat ini maka diremes dan buang saja" dia curcol
"siapa pilihanmu?" aku tertunduk dan tdk jadi memberi suratnya
"kau siapa? mau tau saja?"
"aku yg tahu isi surat ini, dan tahu siapa yg menulisnya?"
"kau yg menulisnya?"
"bukannn masss"
"si mbak tukang cendol tadi"
"what's??????? SUBHANALLAH" sumpah aku sangat kaget
" kenapa? dia itu solehah dan baik walau hanya tukang cendol tpi itu tandanya di pekerja keras"
"bukan bukan..makanya baca ini"

dia baca lama sekali sangking lamanya aku tersadar kalau aku belum sholat, aku sholat dulu dan dia masih saja duduk dgn memegang surat lecek itu.
"hei kau tidak apa-apa kan?"
"apa dia ya? dia pintar bhasa arab,rishab,, risalah habbah itu surat cinta"
"menurutku iya krena dari tadi dia  ternyata mmperhatikanku dan saan kubaca surat ini juga"
Dia diam saja
"simpan lah surat ini, kalian sepertinya memang berjodoh"
"hmmmmm, aku pingin nangis"

aku pergi meninggalkannya tapi tidak lupa mengingatkan kalau dia blm bayar sama seperti aku.
aku kembali ketempat cendol dan mengaku kalau tadi ada yg ketinggalan disana makanya sampai lupa bayar.. si mbak dgn senyum bilang "gak pa pa makasih ya"..dia wanita yg baik

aku tersenyum-senyum sampai kerumah..gilaaa aku mak comblang hari ini,, setidaknya saat mereka sdh mnikah dan itu cowok yg malah mnceritakan surat cinta itu ke cewek yg tdk tau klo tuh cow sdh bca semua. dan disitu ada peranku untuk dua sejoli yg sangat romantis...

yang satu sederhana merasa tak pantas tapi rasa sukanya besar, yg satu lagi setia walau yg ia suka sederhana..

cinta memang sederhana..ohhhh cintaaaaa

sampai sekarang tidak ada lagi kabar tentang Rishab




Sabtu, 19 Mei 2012

Cerita Orang Miskin Edisi 5

aku berlari mengejar sebungkus nasi yang diberikan oleh pegawai rumah makan besar. apabila ada sisa mereka akan memberikannya ke orang yang belum makan dan memang tidak bisa makan. tetapi aku tidak tahu pakah aku akan dapat atau tidak. berlari sambil ngos-ngosan dan hampir sampai ternyata ada banyak orang-orang yang berlari sama seperti aku. mereka juga orang miskin yang hari ini tidak bisa makan jadi berharap dapat nasi bungkus gratis itu. rumah makan sudah trtutup tetapi pembagian nasi bungkus nya dibelakang rumah makan ini. aku berlari berebut dengan yang lain. jalannya berlumpur dan tiba-tiba ada yang mendorongku aku terjatuh dilumpur yang hitam dan bau. aku tidak tahan dengan bau ku sperti kotoran hewan. yang lain berlari sambil mengetawai aku. aku hampir saja menangis menahan lapar dan bau ini tapi aku harus makan. kotor dan bau ini tidak membuat ku mati tetapi lapar bisa buat aku mati. aku berlari lagi mengejar nasi bungkus itu. Sialnya aku terakhir dan nasi nya cuma sedikit. semoga nasinya masih banyak didalam aku berdiri di antrian paling terakhir. Orang didepan ku tutup hidung sambil melihatku sinis. dia berbisik ke teman yang didepannya.
"Cik, ini budak bau nian, dio mandi tai ayam kayaknyo"
"isss bodoh nian dak"
aku diam saja karena aku pun tidak kuat dengan bau ini rasanya pingin muntah. pembagian nasi bungkus pun dimulai. orang mulai berpegian dan nasi bungkus dimeja mulai sedikit dan akhirnya tinggal 1 tiba-tiba orang berebut dan saling marah, mereka mendorong orang yg dibelakang yg didepan juga ikut mendorong. orang yg membagikan takut dan masuk kerumah seperti tidak tau apa-apa. Padahal keributan ini gara-gara dia yg bilang "cukup kok jngan berebutan, semua pasti dapat" apanya yg cukup sekitar 20 orang berebut satu nasi bungkus. aku diam saja itu tidak mungkin karena aku sama sperti mereka tidak ada bedanya aku dgn mereka, jdilh aku ikut berebutan saat aku masuk ke germbulan org2 tiba mereka menjauh dan menutup hidung. aku lah yg mendapatkan nasi bungkus nya walau sudah tidak berbentuk lagi tapi masih bisa dimakan aku pulang dengan tersenyum, aku bisa makan hari ini.
sesampai dirumah ternyata tidak ada air aku lupa menampung hujan tadi malam. aku cari saja kain yang bisa menghilang lumpur ditubuh ku walaupun masih bau tapi setidaknya tidak kotor lagi. aku makan nasi ini dengan lahap, aku sangat rakus. nasi ini memang tidak enak tapi enak saat masuk diperut
aku mencari air kemana aku bisa dapatkan air. air sungai sudah tidak boleh dipakai lagi. aku lihat ada sedrum air didepan rumah orang mungki ini air untuk menyiram tanaman aku pakai saja sedikit.
aku masukkan air itu keember bekas cat. hampir penuh dan pintu rumah terbuka keluar ibu-ibu setengah baya berteriak
"maling... maling" aku terkejut dan belum lagi kabur orang2 udah berkumpul dan pengendara dijalanan ikut berhenti
"aku bukan maling bu, aku cuma nak ngambek aek dsini"
"ngambek seenak kau be tnpa pamit lagi"
"aku kiro aek ni dk pake lagi, nah bu kubaliki lagi aeknyo"
"eh eh eh enak bae itu aek sudah kotor aku dak mau"
"jadi kyk mano bu?"
"kau ganti pake duit cuma 5 ribu lah"
"mano ado aku duet bu, aku cuma ngambek sgini bayar 5 ribu??" aku menunjukkan ember ku
"nah kau ni, ini aek punyo sapo.. kau tuh miskin pastilah gawe kau tuh cuma maling maling dan maling"
aku diam saja menunduk dengan rasa marah. aku teringat kejadian pembagian nasi bungkus tadi.
"Bu aku ni cuma mau mandi biak taik yg ado di badan aku hilang. tadi aku jatuh pas aku berebut nasi bungkus" agak aku lebih-lebihi sedikit "terus aku berlemuran lumpur, kalau aku dak jatuh tadi dak ado aku nak ngambek aek kotor yg disini nih" aku memukul drum rumah ibu ini.
aku buka baju sisa-sisa lumpur masih ada jadi merka tidak akan bilang aku bohong
"tengok cuma aek segini ngebersihin badan aku yang kotor nih" aku tumpah kan air yg ada diember ke badan ku dan semua orang melihat aku sambil nganga.
"berapo bu hargo aek ni, limo ribu?" aku janji kalau malam ini aku bakalan kesini ngasih ibu duet limo ribu"
aku menunjuk ibu-ibu itu
"tenang bu aku miskin tapi aku bukan maling, yang harus ditakutkan itu orang kayo maling bukan orang miskin maling"
aku pergi sambil memakai baju. entah mengapa aku tadi benar-benar keren mungki karena sudah makan. aku ambil botol plastik bekas dijalanan sampai larut malam dan aku ketempat barang-barang bekas. aky gedor rumah ini.
"pak jung buka pak jung"
"ay kau ruponyo ado apo"
"mau jual ini pak"
"dah malam besok be yo"
"tolong lah pak"
"yo lah belum makan yo, dak dpt nasi bungkus ?"
"bukan pak tadi dapat nasinyo cuma aku butuh aek untuk mandi jadi aku nak beli aek"
"hah?"
"iyo tadi kau jatuh dilumpur"
"ohh pantesan jarang2 nian kau bela-belain untuk mandi. masih bau mandilah dibelakang, aku timbang dulu"
"bayar dak pak?"
"kau kiro rumah aku ni tempat wc umum. mandi lah cepat sano.. bau nian"
"terimo kasih pak"
aku lega akhirnya bau ini bisa hilang juga. dan barang2 bekas ku pas dibayar 5 ribu.
aku kerumah yg tadi dan menggedor drum nya. ibu yg tadi keluar hampir mau marah lagi karena berisik. aku kasih dia uang selembar itu. dan berbisik
"ibu aku bukan maling, yang maling tuh ibu. ibu dapat aek tuh dari langitkan? ibu bayar dak ke langit? pasti idak,, IBU MALINGGGGGGGG"
aku berteriak sekencang mungkin dan lari sambil ketawa krena tetangga2 berlari ke rmh ibu itu. TAMAT

Jumat, 18 Mei 2012

Cerita Ayuk dan Abang edisi 5

di hari sabtu yg indah karena katanya besok libur, kenpa katanya karena aku tahu dari orang lain. rasanya ada yg beda. mungkin karena nanti malam
malam ini malam minggu pertama ku. aku diajak pergi dengan kakak kelas ku. tapi bukan karena pacaran tapi PDKT, ahh indah sekali membayangkan kami berdua duduk sambil ketawa. aku mencari baju yg pas untuk malam ini, baju warna yg pastinya agak terang krn ini malam terus yang tertutup karena dingin dan buat aku enak duduk posisi mana pun
aku pakai sweater warna kuning muda dan lepis abu-abu. sudah dibayangkan bagaiman bentuk aku. tapi tak apalah nama juga the first susah utk perfect
ting tong bunyi bel rumah tanda ia sudah datang tapi sayng itu hanya bayangan ku saja, yang ada pintu di ketuk tapi seperti digedor2 berisik sekali untu yang sdang nonto sinetron tapi untukku itu ketukan yg terindah
aku buka pintunya dan hup dia didepanku lelaki tinggi berkulit hitam tapi manis, aku mempersilakan dia duduk dan menunggu ku untuk pamit. setelha acara pamitan yg meneganggakan selesai aku pergi dgnnya memakai mio warna putih
kami berhenti di daerah jualan makanan. kami duduk di tempat jualan jagung bakar. bayangkan romantisnya kami berdua. tapi aku mencari abang gorengan biasanya dia mangkal sekitar sini tapi tidak ada, eh ternyata ada dia di seberang kami. karena kami hanya diam-diaman aku pun pergi saja  ketempat abang
Abang :"oi tumben mlam2 kesini"
Aku : "hehe"
Abang :"tumben ketawo biasonyo nak ngejek be"
Aku :"hehe"
Abang :"tumben baju tuh terang nian"
Aku :"hehe"
Abang :"gilo yo?"
Aku :"hehe"
Abang :"hehe"
Aku :"ihh abang ikut2an"
Abang :"hehe"
Aku :"tumben dak do pelanggan biasonyo rame malm minggu?"
Abang :"kato sapo rame malm minggu?"
Aku :"biasonyo bg"
Abang :"eh kau dgn sapo ?"
Aku :"hehe"
Abang :"eh kumat lagi"
Aku :"hehe"
Abang :"sanolah, ngerusak malam minggu aku be"
Aku :"hah?? mano cowok abang?"
Abang :"CEWEK"
Aku :"yeah mana?"
Abang :"malam minggu dak perlu samo cewek?"
Aku :"cowok pun jadi"
Abang :"bukan..tapi jiwa yg tenang lah menemaniku"
Aku :"hehe"
Abang :"kau dgn sapo?"
Aku :"mau tau aja.."
Abang :"ohhh eh malam ini bintang nya sepi dak?"
Aku :"iyo bintang nya kan ada dimata ayukkk"
Abang :"hehe" garing
"coba tengok cowok depan tuh kyaknyo dio iri dgn kito,,hahaha mlam minggu dsini dwekan, mampus krn iri lah dio tuh"
Aku :"hehe, dio pegi dgn aku bg?"
Abang :"hah?"
Aku :"hehe ganteng dak?"
Abang :"nak ganteng apo idak dak sopan kau ninggali dio kyak gtu, dkat2 dgn aku pula"
Aku :"diam terus aku dgn dio bg,,aku grogi"
Abang :"tpi dak perlu jgo lh ksini, nyagil2 aku lgi"
Aku :"ah abang aku kan takut abang jgo cemburu"
Abang :"sano sano sano hus hus hus"
aku pergi dan bercerita siapa abang dan kami cerita nyambung kemyambung yang mna bisa disambung sampai tidak sadar kalau ada org dijualan gorengan abang. TAMAT

Rabu, 09 Mei 2012

ngasal nulis

suatu hari aku sedang belajar menghitung, meja ku sudah tidak ada tempat untuk jadi coretan, buku kata emak gak boleh untuk dicoret, mau coret baju nanti kyk kemarin aku habis dipukuli emak, kalo ditangan geli nyoretnya. yang ada tempat untuk dicoret hanya dinding..aku coret dinding itu dengan angka2..345 * 0 = 000, 67 * 2=134 dan sampai seisi dinding itu penuh.
sudah 2 minggu aku mencoret dinding tanpa hambatan tpi apesnya hri ini ketahuan dan kena marah dengan guru matematika yg mematekan ini. aku kena oceh didepan kelas lalu dihukum menghapus coretan di dinding itu, kalau besok masih ada coretan maka hukumanku bertambah disuruh kerjai pr teman. (guru ini jgn ditiru).
sepulang sekolah aku minta uang ke emak
"mak ini bukan hanya urusan uang tinggal sedikit atau banyak tapi urusan menghapus lebih baik drpd mngrjkan pr"
dgn kata ini emak semkin bingung dn bengong sja dgn segera ku ambil uang dan ke toko. sampai maghrib baru lh tugas ku selesai. semua terhapus. aku bisa tersenyum bangga.
keesokan harinya membuktikan hukum gogogo (tak ada di buku mna pun,hnya dsini) bahwa apabila kita mengira hari esok adalah hari keberuntungan maka hasilnya akan terbalik yaitu hari tersial. aku habis kena marah oleh guru2 di KANTOR sekali lagi di KANTOR lebih jelas lgi DI KANTOR KEPSEK. aku mengecat dinding yg pernah kucoret sambil dioceh dibelakang oleh guruku
"makanya kalo ga ngerti tanya,,menghapus ya berarti itu tulisan ngga ada lgi tapi bukan di TP-EX juga, malah tambah kotor" TAMAT

Selasa, 08 Mei 2012

cepatan 1 jam lbh ok drpd tlat 1 mnt, hidup ini biasa, sabar itu kta kerja

pokoknya aku harus nulis..apapun lah tulisannya ntah itu cerita apa cuma sampah pokoknya aku harus nulis
hati yang tak tenang ini harus disterilkan (apalah ini) dengan tulis..
mungkin karena sters tak berjudul ini aku jadi tak tenang tapi apa gunanya kalau terlalu dihyati...pokoknya aku nulis aja

sudah lama aku disini, sudah satu jam yang lalu,, mau mati nunggu nya tapi dia gak telat aku lah yang kecepatan satu jam. aku mengukur waktu terlalu cepat. diperjalanan 1 jam tapi itu kalau lagi ramai bukan saat pagi yang hanya ada mobil sampah.  Janjianya jam 8 teng karena perjalanan 1 jam kalau aku pergi jam 7 takutnya telat walau hanya 1 menit tapi aku tidak mau telat, jam 8 teng yang jam 8 teng ga lewat-lewat.
jam 8 kurang 5 menit si dia datang ga bawa apa-apa (memang seharusnya begitu).

"wah udah lam ya?" kata dia saat ingin duduk
"iya sekitar 1 jam yang lalu" aku jawab dengan sesantai mungkin berusaha menghilangkan wajah terbosan
"wah lama banget kamu disini, kok bisa?" dia terkejut tanpa ekspresi
"iya daripada telat"
"wah aku telat ya" dia lihat jam tak percaya
"enggak kecepatan malah"

aku diam dan dia diam, rumput pun ikut diam (tapi yang nulis dak diam-diam kenapa ya?). hidup tanpa topik itu hampa sehampa isi tas ku sekarang bukan hatiku lho!!. dia lah yang buka mulut duluan tapi yang ia tanyakan
"kamu kenapa terlalu cepat tadi?" masih disitu-situ aja pembicaraanya
"tadi udah kujelasi ke penulisnya tanyai aja langsung" si dia bertanya pada yang nulis lalu ngaguk2 tanpa ekpresi. "ga papa lah kalo telat sedikit2, pergi terlalu pagi itu juga bahaya"
"lebih baik kecepatan satu jam daripada telat 1 menit"
"hmm iya juga ya tapi kalo memang gitu takut telat sms saja dulu ke aku jasi kamu ga telat"
"iya makasih sarannya"
diam lagi.. sebenarnya diam karena penulisnya ga tau mau ngomong apa ya mereka,,si penulis malah nulis diagram alir gores2an (apalah itu)
"yuk kita pergi kesana" akhirnya si dia ngajak juga
"ayuk" aku berkata tanpa ekspresi
kami sampai ditujuan dengan selamat sentosa.
"bu pesan seperti biasa dan ga biasa" kata si dia ga jelas
"saya yang biasa saja bu" kataku dengan wajah sabar terlalu sabar malah
"baik silahkan duduk ditempat biasa"
hidup ini memang biasa dan ga biasa saja
tau gak kalau aku dan si dia hanya janjian untuk sarapan bareng di warung nasi. setelah itu kami pulang ga ada senang dan kesannya menunggu 1 jam itu tapi ya itu aku sudah sarapan dan kenyang.
sabar itu bukan kata sifat deh kayaknya tapi kata kerja.. aku udah ngelakuin sabar nunggu dia tapi aku ga bersifat sabar.

Minggu, 06 Mei 2012

Cinta Sayang

jangankan cinta, sayang pun akan ku lewatkan


cerita cinta pun sangat sayang dilewat kan


cinta ada apabila sayang udah terlewat


sayang jangan hanya ngelewati cinta saja coba sayangnya juga


kalau sayang plus cinta ga penuh juga lebih baik dilewati aja dulu


sayang cintai aku ya lewat dia

aku sayang kau tapi aku pernah ngelewati hari cinta bersamanya

kamu, aku dan dia itu tidak akan ada kalau tidak ada cinta dan bisa melewati rasa sayang

kamu jelek tapi kamu sayang kalo ga dicintai

kamu ganteng tapi kamu ga sayang aku tapi cinta ada diantara kita

Rabu, 02 Mei 2012

"siapa pun kalian tak pantas menghakimi aku kecuali orang tersuci"