setelah aku mengganti pakaian merah putihku aku berlari keluar tidak
sabaran bermain sepeda dengan teman2 sebayaku di jalanan, walau matahari
semakin memamerkan keganasannya tetapi bermain sepeda tetaplah
mengasyikkan. satu sepeda untuk 5 anak itu membosankan tapi bosannya
tergantikan dgn menngowes sepeda berlama-lama membiarkan temanku di
belakang menunggu gilirannya. saat asyik menngowes
sepeda dipersimpang jalanan aku melihat abang dakri sedang berjalan
membawa bendera aku tertawa melihatnya lalu berteriak "bang lagi upacara
bedera yo?"
abang yg klhtan kesal hnya menjawab " sibuk be kau ni,
mainlah sano kawan kau lh nunggu" lalu dia jalan tanpa mmperhatikn org2
yg mlihatnnya jga, aku kembali ke teman2 ku. tiba2 pak lut memanggil
abang dakri lalu mereka mngobrol diwarung tmpat kami menungguku
"gagah nian kau make almameter warna-warni cam ini"
"iyo lah pak namonyo jugo demo pake ini lah"
"ohh demo. macam iyo be kau nih, lah mahasiswa kyk hrus nian demo"
"jadi lh pak kan mngeluarkan aspirasi rakyat, kan negara demokrasi"
"demokrasi bebas ngomong bkan bebas bertindak"
"iyo pak DEMOKRASI BEBAS NGOMONG SAKING BEBASNYO DAK DIDENGAR-DENGAR jadi ya bertindak lah lagi"
"hmm yo lah terserah lah yg penting bukan pagar rumah aku yg kamu
hancuri, kasihan duit rakyat org dlm rumah ni cuma utk perbaiki ulah
kamu be"
"nyindir pak lut ni. aku damai pak kalo demo, santai."
belum slesai mendengar pembicaraan mereka berdua yg tidak ku mengerti
temanku sudah menyuruhku menaiki sepeda dan mengancamku utk tidak
berlama-lama. TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar