Rabu, 25 April 2012

PUTRI GREEN


Di sebuah hutan yang gelap tinggallah seorang wanita yang sudah tua. Dia tinggal dihutan sejak masih gadis. Namun, karena dia dibuang oleh warga desa dimana dulu dia tinggal karena  dia difitnah oleh tetangganya sendiri. Wanita itu tidak tahu berapa lama ia sudah tinggal disana karena hutan itu sangat lebat dengan pepohonan yang besar-besar sehingga  menghalangi   cahaya matahari, baginya tiap hari adalah malam. Dia hidup bersama tumbuhan dan hewan-hewan disana merekalah yang menemani dan membantu wanita tua itu. Bila wanita itu kelaparan ada monyet yang sudah menyediakan buah-buahan dari pohon-pohon yang ada. Bila haus ada air diatas daun-daun yang bersih. Bila hujan ia berlindung dibawah pohon rindang dan ia sering juga bercerita kepada  hewan-hewan yang sering menghampirinya. Dia lah orang yang paling dekat dengan alam dan dialah pelindung bagi alam yang telah melindunginya.  Setelah perjuangannya itu dia diberi nama Putri Green

Di sebuah kota nan megah  yang dipimpin oleh seorang pemuda bijaksana. Dia adalah pemimpin yang berwibawa dan selalu menganggap dirinya juga rakyat yang dipimpin olehnya. Apabila dia salah berwenang maka ia juga mendapatkan kerugiannya.  Dialah orang yang paling dekat dengan manusia-manusia dikota itu termasuk desa-desanya  dan dial ah pelindung bagi seluruh kotanya.

Suatu hari ada pemburu-pemburu yang seperti berpesta mereka beramai-ramai  memburu hutan-hutan yang ada dikota itu.  Termasuk hutan gelap. Mereka memburu seperti orang yang marah karena mereka membawa peralatan senjata. Hewan-hewan dihutan itu ketakutan mereka berlari mencari anak-anak mereka dan melindungi nya. Putri Green yang sedang tidur tidak tahu apa yang terjadi. Saat pemburu-pemburu itu mulai menembak burung-burung yang sedang bercanda diatas pohon  ;Putri Green meloncat dari tidurnya karena dia sangat kaget. Dia kira itu petir tapi tidak hujan dia lihat sekitarnya kosong dan sepi. Dia jalan mencari hewan-hewan  yang  menghilang tiba-tiba ia melihat  dari  kejauhan  manusia-manusia yang sudah  lama  tak  dilihatnya.  Manusia-manusia itu adalah  para  pemburu  yang iingin menembak seekor  rusa. Putri Green marah sekali dia ambil kayu yang besar dibawah kaki nya lalu ia serang pemburu Itu  dengan  sendirinya.  Putri Green sendirian dia juga wanita yang sudah tua tetapi kemarahannya mengalahkan  semua tantangannya. Kalian tahu Putri Green tidak pernah sendiri disana, ada banyak hewan yang selalu memperhatikannya.  Disaat Putri berusaha memukul pemburu kejam itu datanglah hewan-hewan  yang marahnya lebih dari Putri Green.  Para Pemburu jelas kalah mereka  lari dengan sangat  cepat  sebelum  hewan-hewan  itu membunuhnya.

Para pemburu itu  tak  berani  lagi  ke  hutan  itu  mereka sibuk  menceritakan kalau ada  wanita tua  yang  hidup  di hutan seram itu. Sampai lah ceritanya ke pemimpin kota tersebut. Dia sebagai pemimpin merasa heran kenapa ada wanita  yang  bisa  tinggal  disana  padahal  hutan  itu  sangatlah  jauh  dari  pemukiman  warga. Dia minta kesana pada prajuritnya tetapi prajuritnya  menolak karena  kabarnya wanita tua itu  seperti penyihir. Sang pemimpin  tidak terpengaruh  dia ingin rakyatnya semua  hidup sejahtera  punya rumah dan perlindungan.  Dia pergi  sendiri  di saat  malam hari  yang gelap dan sunyi, dia sangat penasaran dengan cahaya yang terlihat persis di hutan gelap itu saat  malam  kejadian  pemburu itu.

Di hutan  gelap itu  ada sebuah keajaiban  yang  selalu  dinanti hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Putri Green berhasil  mengusir  para  pemburu, dia juga diselamatkan hewan-hewan  pemberani. Setelah pemburu itu pergi  datang  sebuah cahaya  yang  bisa  berbicara. 

“ Hai kamu yang baik hati dan pelindung disini kan kuberi hadiah yang sudah lama ku simpan”
“Maksudnya?” Tanya Putri Green yang kebingungan
“Kau sudah tinggal disini 100 tahun lebih,  kau sedang menunggu takdirmu yang akan kau jumpai. Dulu kau dibuang disini karena bukan kesalahanmu, kau sabar  tanpa  memberontak. Maka kan kukembalikan umurmu yang sudah sia-sia karena kau sudah sangat berjasa  bagi hewan-hewan disini dan  kau pantas mendapatkan hadiah ini.”

Tiba-tiba  cahaya itu membesar  dan Putri Green berubah menjadi muda kembali sama persis saat dia dibuang dihutan ini. Cantik sekali, kulitnya putih, rambutnya panjang lurus rapi, tidak ada keriput sedikitpun ditubuhnya. Cahaya itu berkata “kau pasti sudah lupa dengan  namamu maka ku beri nama kau Putri Green” cahaya itu hilang

Putri Green  senang  tetapi dia sedih juga. Si Rusa bertanya kepadanya
“Putri Green yang cantik, kenapa kamu malah bersedih? Kamu cantik”
“hadiahnya hanya mengembalikan usiaku seperti pertama kali  disini  saja kan. Berarti aku mengulang hidup disini lagi apa gunanya  hadiah ini.” Putri Green mengeluh kepada Rusa
“Takdirmu kan kau jumpai bersbarlah. Kau sabar tinggal disini pasti  kau sabar  menunggu takdirmu  yang sebentar lagi  datang” Rusa menyemangati Putri Green.

Hari berganti esok. Seperti biasa Putri Green memanjat pohon kelapa untuk mengambil buahnya untuk minum dan makan. Saat dia sampai  diatas dia melihat seorang pria gagah mengendarai kuda. Putri Green berteriak kepada hewan-hewan kalau ada manusia yang datang seperti pemburu. Hewan-hewan daim saja. Putri Green makin heran ia turun dan berlari kearah datangnya  pria gagah tersebut. 

“Apa kau masih berani datang kemari lagi Pemburu kejam?”
“Maaf saya ini adalah..” belum selesai Sang Pemimpin berbicara Putri Green membantah
“Jangan kau bunuh makhluk dihutan ini kalau kau tak ingin manusia-manusia diluar sana juga mati karena kami-kami yang ada disini.”
“Aku pemimpin kota ini, aku kemari ingin mengetahui keadaan hutan ini  karena aku  dengar ada para pemburu  yang  merusak hutan ini.”
“ya mereka memang ingin merusak hutan ini tetapi sebelum merusak hutan ini kami yang akan merusak kalian”
“Maaf kan rakyatku wahai Tuan Putri”
Putri Green terkejut mendengarnya. Dia heran kenapa dia dipanggil seperti itu.
“Baik kau boleh pergi sekarang.”
“Tuan Putri tinggal bersama siapa disini?” Tanya Sang Pemimpin yang penasaran
“Bersama mereka” menunjuk ke hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan
“Maksudnya manusia lain. Ibu tuan Putri mungkin”
“Aku sendiri manusia disini tidak ada ibu”

Sang Pemimpin berpikir  mungkin  para Pemburu salah lihat. Wanita yang ada dihutan ini sangat cantik sama sekali tidak tua. Dia ingin tujuannya tercapai ingin  mengeluarkan wanita tua ini.

“mau kah Tuan Putri ikut aku ke kota, disana banyak manusia sama seperti Tuan Putri dan disana lebih terang”
Tuan Putri bingung tiba-tiba hewan-hewan mendorongnya untuk maju dan pohon-pohon seperti mengangguk. Lalu Putri Green berkata
“Iya aku mau”

Akhirnya Sang Pemimpin yang sudah diketahui  namanya  Pangeran Astreas  membawa Putri Green keluar  dari  kegelapan. Sebelum keluar dari hutan itu Putri Green menangis memeluk semua  hewan dan tumbuhan. Perpisahan yang sangat mengharukan.  Putri Green tinggal di Istana Pangeran Astreas dan  dia jadi istri Sang Pangeran. Mereka merayakan hari pernikahan tidak besar-besaran tetapi mereka merayakan  di hutan gelap itu bersama makhluk-makhluk yang melindungi kehidupan kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar