Di
sebuah hutan yang gelap tinggallah seorang wanita yang sudah tua. Dia tinggal
dihutan sejak masih gadis. Namun, karena dia dibuang oleh warga desa dimana dulu
dia tinggal karena dia difitnah oleh
tetangganya sendiri. Wanita itu tidak tahu berapa lama ia sudah tinggal disana
karena hutan itu sangat lebat dengan pepohonan yang besar-besar sehingga menghalangi
cahaya matahari, baginya tiap hari adalah malam. Dia hidup bersama tumbuhan
dan hewan-hewan disana merekalah yang menemani dan membantu wanita tua itu.
Bila wanita itu kelaparan ada monyet yang sudah menyediakan buah-buahan dari
pohon-pohon yang ada. Bila haus ada air diatas daun-daun yang bersih. Bila
hujan ia berlindung dibawah pohon rindang dan ia sering juga bercerita kepada hewan-hewan yang sering menghampirinya. Dia
lah orang yang paling dekat dengan alam dan dialah pelindung bagi alam yang
telah melindunginya. Setelah
perjuangannya itu dia diberi nama Putri Green
Di sebuah
kota nan megah yang dipimpin oleh
seorang pemuda bijaksana. Dia adalah pemimpin yang berwibawa dan selalu
menganggap dirinya juga rakyat yang dipimpin olehnya. Apabila dia salah
berwenang maka ia juga mendapatkan kerugiannya.
Dialah orang yang paling dekat dengan manusia-manusia dikota itu
termasuk desa-desanya dan dial ah
pelindung bagi seluruh kotanya.
Suatu
hari ada pemburu-pemburu yang seperti berpesta mereka beramai-ramai memburu hutan-hutan yang ada dikota itu. Termasuk hutan gelap. Mereka memburu seperti
orang yang marah karena mereka membawa peralatan senjata. Hewan-hewan dihutan
itu ketakutan mereka berlari mencari anak-anak mereka dan melindungi nya. Putri
Green yang sedang tidur tidak tahu apa yang terjadi. Saat pemburu-pemburu itu
mulai menembak burung-burung yang sedang bercanda diatas pohon ;Putri Green meloncat dari tidurnya karena
dia sangat kaget. Dia kira itu petir tapi tidak hujan dia lihat sekitarnya
kosong dan sepi. Dia jalan mencari hewan-hewan
yang menghilang tiba-tiba ia
melihat dari kejauhan
manusia-manusia yang sudah
lama tak dilihatnya.
Manusia-manusia itu adalah
para pemburu yang iingin menembak seekor rusa. Putri Green marah sekali dia ambil kayu
yang besar dibawah kaki nya lalu ia serang pemburu Itu dengan
sendirinya. Putri Green sendirian
dia juga wanita yang sudah tua tetapi kemarahannya mengalahkan semua tantangannya. Kalian tahu Putri Green
tidak pernah sendiri disana, ada banyak hewan yang selalu
memperhatikannya. Disaat Putri berusaha
memukul pemburu kejam itu datanglah hewan-hewan
yang marahnya lebih dari Putri Green. Para Pemburu jelas kalah mereka lari dengan sangat cepat
sebelum hewan-hewan itu membunuhnya.
Para
pemburu itu tak berani
lagi ke hutan
itu mereka sibuk menceritakan kalau ada wanita tua
yang hidup di hutan seram itu. Sampai lah ceritanya ke
pemimpin kota tersebut. Dia sebagai pemimpin merasa heran kenapa ada
wanita yang bisa
tinggal disana padahal
hutan itu sangatlah
jauh dari pemukiman
warga. Dia minta kesana pada prajuritnya tetapi prajuritnya menolak karena kabarnya wanita tua itu seperti penyihir. Sang pemimpin tidak terpengaruh dia ingin rakyatnya semua hidup sejahtera punya rumah dan perlindungan. Dia pergi
sendiri di saat malam hari
yang gelap dan sunyi, dia sangat penasaran dengan cahaya yang terlihat
persis di hutan gelap itu saat
malam kejadian pemburu itu.
Di
hutan gelap itu ada sebuah keajaiban yang
selalu dinanti hewan-hewan dan
tumbuh-tumbuhan. Putri Green berhasil mengusir para
pemburu, dia juga diselamatkan hewan-hewan pemberani. Setelah pemburu itu pergi datang
sebuah cahaya yang bisa
berbicara.
“ Hai kamu yang baik hati dan pelindung disini kan kuberi hadiah yang sudah lama ku simpan”
“Maksudnya?” Tanya Putri Green yang kebingungan
“Kau sudah tinggal disini 100 tahun lebih, kau sedang menunggu takdirmu yang akan kau jumpai. Dulu kau dibuang disini karena bukan kesalahanmu, kau sabar tanpa memberontak. Maka kan kukembalikan umurmu yang sudah sia-sia karena kau sudah sangat berjasa bagi hewan-hewan disini dan kau pantas mendapatkan hadiah ini.”
Tiba-tiba cahaya itu membesar dan Putri Green berubah menjadi muda kembali
sama persis saat dia dibuang dihutan ini. Cantik sekali, kulitnya putih,
rambutnya panjang lurus rapi, tidak ada keriput sedikitpun ditubuhnya. Cahaya itu
berkata “kau pasti sudah lupa dengan
namamu maka ku beri nama kau Putri Green” cahaya itu hilang
Putri
Green senang tetapi dia sedih juga. Si Rusa bertanya
kepadanya
“Putri Green yang cantik, kenapa kamu malah bersedih? Kamu cantik”
“hadiahnya hanya mengembalikan usiaku seperti pertama kali disini saja kan. Berarti aku mengulang hidup disini lagi apa gunanya hadiah ini.” Putri Green mengeluh kepada Rusa
“Takdirmu kan kau jumpai bersbarlah. Kau sabar tinggal disini pasti kau sabar menunggu takdirmu yang sebentar lagi datang” Rusa menyemangati Putri Green.
“Putri Green yang cantik, kenapa kamu malah bersedih? Kamu cantik”
“hadiahnya hanya mengembalikan usiaku seperti pertama kali disini saja kan. Berarti aku mengulang hidup disini lagi apa gunanya hadiah ini.” Putri Green mengeluh kepada Rusa
“Takdirmu kan kau jumpai bersbarlah. Kau sabar tinggal disini pasti kau sabar menunggu takdirmu yang sebentar lagi datang” Rusa menyemangati Putri Green.
Hari
berganti esok. Seperti biasa Putri Green memanjat pohon kelapa untuk mengambil
buahnya untuk minum dan makan. Saat dia sampai
diatas dia melihat seorang pria gagah mengendarai kuda. Putri Green
berteriak kepada hewan-hewan kalau ada manusia yang datang seperti pemburu.
Hewan-hewan daim saja. Putri Green makin heran ia turun dan berlari kearah
datangnya pria gagah tersebut.
“Apa kau masih berani datang kemari lagi Pemburu kejam?”
“Maaf saya ini adalah..” belum selesai Sang Pemimpin berbicara Putri Green membantah
“Jangan kau bunuh makhluk dihutan ini kalau kau tak ingin manusia-manusia diluar sana juga mati karena kami-kami yang ada disini.”
“Aku pemimpin kota ini, aku kemari ingin mengetahui keadaan hutan ini karena aku dengar ada para pemburu yang merusak hutan ini.”
“ya mereka memang ingin merusak hutan ini tetapi sebelum merusak hutan ini kami yang akan merusak kalian”
“Maaf kan rakyatku wahai Tuan Putri”
Putri Green terkejut mendengarnya. Dia heran kenapa dia dipanggil seperti itu.
“Baik kau boleh pergi sekarang.”
“Tuan Putri tinggal bersama siapa disini?” Tanya Sang Pemimpin yang penasaran
“Bersama mereka” menunjuk ke hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan
“Maksudnya manusia lain. Ibu tuan Putri mungkin”
“Aku sendiri manusia disini tidak ada ibu”
Sang
Pemimpin berpikir mungkin para Pemburu salah lihat. Wanita yang ada
dihutan ini sangat cantik sama sekali tidak tua. Dia ingin tujuannya tercapai
ingin mengeluarkan wanita tua ini.
“mau
kah Tuan Putri ikut aku ke kota, disana banyak manusia sama seperti Tuan Putri
dan disana lebih terang”
Tuan Putri bingung tiba-tiba hewan-hewan mendorongnya untuk maju dan pohon-pohon seperti mengangguk. Lalu Putri Green berkata
“Iya aku mau”
Tuan Putri bingung tiba-tiba hewan-hewan mendorongnya untuk maju dan pohon-pohon seperti mengangguk. Lalu Putri Green berkata
“Iya aku mau”
Akhirnya
Sang Pemimpin yang sudah diketahui
namanya Pangeran Astreas membawa Putri Green keluar dari
kegelapan. Sebelum keluar dari hutan itu Putri Green menangis memeluk
semua hewan dan tumbuhan. Perpisahan
yang sangat mengharukan. Putri Green
tinggal di Istana Pangeran Astreas dan
dia jadi istri Sang Pangeran. Mereka merayakan hari pernikahan tidak
besar-besaran tetapi mereka merayakan di
hutan gelap itu bersama makhluk-makhluk yang melindungi kehidupan kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar