Senin, 17 September 2012

Ratu dan Raja Seharian (Ep.1)

Hari ini hari yang sangat istimewa untuk aku. Aku  duduk berdampingan dengan Arsil yang wajahnya tegang. Arsil dengan gugup bersalaman dengan ayahku sebagai waliku, dia melakukuan ijab Kabul mengeluarkan kata – kata ajaib karena dengan kata –kata itu dia memasuki dunia baru, aku lah dunia barunya dan menjadi kepala keluarga.
“Saya terima nikah dan kawinnya Fitri Lala Sasya binti Bambang Jikomojo  dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat. TUNAI”
“Sah”
Setelah akad nikah dilaksanakan dengan khidmat. Aku dan Arsil mendapat kata selamat dari keluarga dan saudara – saudara kami, ada yang bilang “ wah, kalian cocok sekali, yang satu cantik yang satu ganteng”  jodoh itu karena sama – sama menarik kah?, ada anak kecil dengan beraninya bilang “ kalian jadi suami istri kan? Mana dedek bayinya kata mama kalau udah nikah baru dapat dedek bayi” Kami berdua hanya tersenyum saja dan ibu anak itu yaitu tante ku sendiri langsung membawa anak itu menjauh dari kami untung saja dia pergi kalau tidak sudah aku cubit mulutnya. Hari ini mungkin dari raut wajah aku sangat senang. Sebenarnya iya aku senang banget jadi ratu seharian tetapi andai mereka – mereka ini tahu kalau laki – laki disebelahku ini baru ku kenal 3 bulan lalu karena DIPAKSA berkenalan.
“Fitri kamu ganti baju sekarang ya, sejam lagi resepsi akan mulai” Kata Kakak sepupu ku yang menjadi panitia pernikahanku
“Iya, aku pergi dulu ya” aku pamit ke suami ku dia tersenyum sepertinya dia juga menikmati menjadi raja seharian
Di ruang ganti baju aku langsung disodori baju pengantin berwarna putih yang bagian bawahnya seperti balon raksasa. Aku tidak suka baju ketat aku sadari ini hari istimewa aku dan aku tidak mau merasa tidak nyaman hanya karena baju saja. Bagian atas juga tidak terlalu ketat  dan tanpa buntut seperti ratu – ratu lainnya karena itu sangat meribetkan aku untuk duduk. Setelah ganti berpakaian aku langsung dikomentari “Wah cantik sekali seperti ratu – ratu kerajaan zaman dulu” aku tersenyum saja, apakah ada orang yang berani mengomentari yang jelek padaku hari ini misal “ kamu jelek banget sih, baju nya alay banget masa nikah baju nya gitu” itu sama saja menghasut aku untuk batal pernikahan ini. Suami baru ku masuk ruangan ganti baju dan Cuma tersenyum melihatku tanpa komentar ya aku tidak butuh itu, komentarnya pasti bagus, cantik, amazing dan paling hebatnya kau adalah ratu tercantik milikku hari ini sayang.  Suamiku sudah memegang baju untuk resepsi  aku yang memilihnya karena baju ku seperti baju kerajaan jadi dia juga begitu. Setelah mengganti pakaian dia yang tadinya pria adat dari jawa sekarang jadi pria modern. Dia memang ganteng, untung dia suami ku
Acara pun dimulai. Aku dan Arsil berjalan berdampingan dengan tegap dan senyum. Aku tersenyum melihat para undangan yang antusias melihat kami. Musik klasik dibunyikan menambah suasana  menjadi lebih klasik. Aku benar – benar ratu hari ini.
Acara pernikahan pun selesai aku pulang dengan mobil pengantin yang didesain secatik mungkin. Yang nyupir  suami baru ku ini kami di dalam mobil Cuma diam saja dan menikmati mobil pinjaman ini. Iya ini sedan punya om Arsil. Arsil ada mobil tapi tidak menarik untuk pernikahan kan biasanya sedan mewah yang jadi pengantar sepasang pengantin. Kami sampai dirumah baru kami yang baru di beri kedua orang tua kami seminggu yang lalu. Ini lah hadiah mereka untuk anaknya yang penurut sekali.  Aku masuk terlebih dahulu karena penasaran  apakah isinya sama dengan luarnya yang bagus. Isi rumah ini belum terisi semua cuma ada peralatan dikamar isinya rata – rata barang ku dan dapur sudah terisi semua. Yang lain belum ada karena kami meminta isinya biar kami bisa mencocokan selera.
Kami makan malam bersama. Untungnya ibu ku sudah menyiapkan semua makanan sampai 3 hari jadi aku bisa santai dan istirahat penuh selama 3 hari. Kami makan malam hanya makan saja tidak ada ngobrol ataupun yang lain focus dengan lauk masing – masing. Orang kencan (berpacaran) saja lebih mengutamakan ngobrol daripada makan.  Setelah makan aku cuci piring dan melihat Arsil sedang duduk di balkon lantai atas. Aku sudah sangat capek dan ingin tidur tetapi kalau aku tetap diam saja seperti suami istri yang sedang berantem  nantinya  dia malah curiga dengan aku. Aku kesana saja dan duduk disebelahnya.
“Hai”
“Hai” katanya sambil senyum. Malam ini sepertinya dosis gantengnya ditambah
“ngapai melamun disini”
“ngga lagi bingung saja”
“bingung kenapa?”
“begitu cepat sekali waktu ini rasanya baru kemarin aku sibuk berpacaran dengan 5 gadis langsung sekarang sudah nikah”
“kamu pernah punya pacar 5??” aku terkejut. Suamiku playboy
“Dulu sayangku. Sekarang udah  taubat hehehe “ dia ketawa karena udah taubat atau memanggil aku sayang pertama kalinya ya
“Kau suamiku tapi aku belum kenal kau semuanya, ceritakan dong tentang dirimu sayang “ aku balik bilang dia sayang semoga dia senang

*Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar