Hari ini hari yang sangat istimewa untuk aku. Aku duduk berdampingan
dengan Arsil yang wajahnya tegang. Arsil dengan gugup bersalaman dengan
ayahku sebagai waliku, dia melakukuan ijab Kabul mengeluarkan kata –
kata ajaib karena dengan kata –kata itu dia memasuki dunia baru, aku lah
dunia barunya dan menjadi kepala keluarga.
“Saya terima nikah dan kawinnya Fitri Lala Sasya binti Bambang Jikomojo dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat. TUNAI”
“Sah”
Setelah akad nikah dilaksanakan dengan khidmat. Aku dan Arsil
mendapat kata selamat dari keluarga dan saudara – saudara kami, ada yang
bilang “ wah, kalian cocok sekali, yang satu cantik yang satu ganteng”
jodoh itu karena sama – sama menarik kah?, ada anak kecil dengan
beraninya bilang “ kalian jadi suami istri kan? Mana dedek bayinya kata
mama kalau udah nikah baru dapat dedek bayi” Kami berdua hanya tersenyum
saja dan ibu anak itu yaitu tante ku sendiri langsung membawa anak itu
menjauh dari kami untung saja dia pergi kalau tidak sudah aku cubit
mulutnya. Hari ini mungkin dari raut wajah aku sangat senang. Sebenarnya
iya aku senang banget jadi ratu seharian tetapi andai mereka – mereka
ini tahu kalau laki – laki disebelahku ini baru ku kenal 3 bulan lalu
karena DIPAKSA berkenalan.
“Fitri kamu ganti baju sekarang ya, sejam lagi resepsi akan mulai” Kata Kakak sepupu ku yang menjadi panitia pernikahanku
“Iya, aku pergi dulu ya” aku pamit ke suami ku dia tersenyum sepertinya dia juga menikmati menjadi raja seharian
Di ruang ganti baju aku langsung disodori baju pengantin berwarna
putih yang bagian bawahnya seperti balon raksasa. Aku tidak suka baju
ketat aku sadari ini hari istimewa aku dan aku tidak mau merasa tidak
nyaman hanya karena baju saja. Bagian atas juga tidak terlalu ketat dan
tanpa buntut seperti ratu – ratu lainnya karena itu sangat meribetkan
aku untuk duduk. Setelah ganti berpakaian aku langsung dikomentari “Wah
cantik sekali seperti ratu – ratu kerajaan zaman dulu” aku tersenyum
saja, apakah ada orang yang berani mengomentari yang jelek padaku hari
ini misal “ kamu jelek banget sih, baju nya alay banget masa nikah baju
nya gitu” itu sama saja menghasut aku untuk batal pernikahan ini. Suami
baru ku masuk ruangan ganti baju dan Cuma tersenyum melihatku tanpa
komentar ya aku tidak butuh itu, komentarnya pasti bagus, cantik,
amazing dan paling hebatnya kau adalah ratu tercantik milikku hari ini
sayang. Suamiku sudah memegang baju untuk resepsi aku yang memilihnya
karena baju ku seperti baju kerajaan jadi dia juga begitu. Setelah
mengganti pakaian dia yang tadinya pria adat dari jawa sekarang jadi
pria modern. Dia memang ganteng, untung dia suami ku
Acara pun dimulai. Aku dan Arsil berjalan berdampingan dengan tegap
dan senyum. Aku tersenyum melihat para undangan yang antusias melihat
kami. Musik klasik dibunyikan menambah suasana menjadi lebih klasik.
Aku benar – benar ratu hari ini.
Acara pernikahan pun selesai aku pulang dengan mobil pengantin yang
didesain secatik mungkin. Yang nyupir suami baru ku ini kami di dalam
mobil Cuma diam saja dan menikmati mobil pinjaman ini. Iya ini sedan
punya om Arsil. Arsil ada mobil tapi tidak menarik untuk pernikahan kan
biasanya sedan mewah yang jadi pengantar sepasang pengantin. Kami sampai
dirumah baru kami yang baru di beri kedua orang tua kami seminggu yang
lalu. Ini lah hadiah mereka untuk anaknya yang penurut sekali. Aku
masuk terlebih dahulu karena penasaran apakah isinya sama dengan
luarnya yang bagus. Isi rumah ini belum terisi semua cuma ada peralatan
dikamar isinya rata – rata barang ku dan dapur sudah terisi semua. Yang
lain belum ada karena kami meminta isinya biar kami bisa mencocokan
selera.
Kami makan malam bersama. Untungnya ibu ku sudah menyiapkan semua
makanan sampai 3 hari jadi aku bisa santai dan istirahat penuh selama 3
hari. Kami makan malam hanya makan saja tidak ada ngobrol ataupun yang
lain focus dengan lauk masing – masing. Orang kencan (berpacaran) saja
lebih mengutamakan ngobrol daripada makan. Setelah makan aku cuci
piring dan melihat Arsil sedang duduk di balkon lantai atas. Aku sudah
sangat capek dan ingin tidur tetapi kalau aku tetap diam saja seperti
suami istri yang sedang berantem nantinya dia malah curiga dengan aku.
Aku kesana saja dan duduk disebelahnya.
“Hai”
“Hai” katanya sambil senyum. Malam ini sepertinya dosis gantengnya ditambah
“ngapai melamun disini”
“ngga lagi bingung saja”
“bingung kenapa?”
“begitu cepat sekali waktu ini rasanya baru kemarin aku sibuk berpacaran dengan 5 gadis langsung sekarang sudah nikah”
“kamu pernah punya pacar 5??” aku terkejut. Suamiku playboy
“Dulu sayangku. Sekarang udah taubat hehehe “ dia ketawa karena udah taubat atau memanggil aku sayang pertama kalinya ya
“Kau suamiku tapi aku belum kenal kau semuanya, ceritakan dong
tentang dirimu sayang “ aku balik bilang dia sayang semoga dia senang
*Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar